Local Phone : 021 8690 6777, 9529 3259, BlackBerry Pin: 2856BC08
GSM Celuller : 0816 1740 8891, 0821 1470 6170, 0819 3234 5260
Email : sales@pusattimbangan.com


Kamis, 18 Desember 2014

80% Timbangan Milik Para Pedagang di Lamongan Rusak

Hampir 80% segala jenis timbangan yang digunakan oleh para pedagang di Lamongan mengalami kerusakan.

Sehingga penunjukkan angkanya tidak sesuai lagi, ada yang lebih dan ada yang kurang.

Kasus ini terungkap saat dilakukan tera dan tera ulang alat ukur takar timbang dan perlengakpaan (UTTP) oleh pelaksana kegiatan operasional tera Metrologi Bojonegoro  yang dipusatkan di Kantor Kelurahan Tumenggungan Kecamatan Lamongan, Selasa (24/06).

“Hampir mencapai 80% timbangan  yang dimiliki para pedagang di Lamongan mengalami kerusakan,”ungkap Kasi Mekanik Teknik Metrologi Bojonegoro, I Pitu Riyanadi saat dikonfirmasi Surya, Selasa 924/06) di lokasi pelaksanaan tera.

Hanya timbangan digital yang jumlah tingkat kerusakannya sangat kecil.  Dari hasil tera baru berlangsung dua hari dari rencana 5 hari, diketahui jumlah timbangan yang rusak cukup tinggi. Yakni hampir 80% .

Ini utamanya untuk jenis timbangan sentisimal (timbangan kodok, red) dan juga timbangan portable untuk timbangan pracangan non elektronik.

Ditemukannya banyak timbangan yang rusak, tentu yang dirugikan tidak hanya konsumen. Bisa juga pedagangnya yang rugi, karena kerusakannya bervariatif. Ada yang kurang takarannya dan ada yang lebih takarannya.

Untuk dua jenis timbangan  ini, yakni sentisimal dan portable ini sangat  mendominasi kerusakannya. Pedagang umumnya hanya membiarkan dan tidak pernah mau untuk merawat timbangannya. Rata – rata dibiarkan kotor dan juga berkarat begitu saja.

Sementara untuk timbangan tongkat (watangan, red) hanya sebagian kecil saja yang rusak. Karena fisiknya timbangan jenis ini terbuat dari kuningan, umumnya.

“Kalau timbangan kodok dan portable banyak yang tidak terawat. Padahal kerugiannya bisa dialami pedagang maupun konsumen,”ungkap I Putu Riyanadi.

Diakui pihaknya tidak  punya hak untuk melakukan pengawasan timbangan yang ada di Lamongan. Sebab pengawasan itu menjadi wewenang Bidang Metrologi di Surabaya. Kalau Metrologi Bojonegoro, katanya, hanya bertanggung jawab melakukan tera dan tera ulang yang terjadwal saja.

Untuk melaksanakan tera ini saja, Metrologi Bojongero hanya bisa menghimbau kepada para pedagang melalui kerjasama dengan Satpol PP.

0 komentar:

Posting Komentar

sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com